Perjalanan Ke Korea Selatan : Day 3 & 4

Kali ini lanjut lagi cerita mengenai pengalaman di Korea Selatan hari ke 3 dan 4.


Acara pertama di hari ketiga adalah mengunjungi Han River Flood Control Office. Di tempat ini, kita bisa melihat sistem yang dibangun secara integrasi untuk mencegah terjadinya bencana banjir akibat meluapnya sungai Han. Proses yang dilakukan diantaranya monitoring level air, pembuatan bendungan, dan pemanfaatan teknologi terkait pencegahan banjir. Kantor ini merupakan kantor milik Departemen Tanah, Transportasi, dan Maritim. Kantor ini berfokus pada pencegahan banjir, sedangkan jika banjir terjadi penanggulangannya ada di wewenang pemerintah di Seoul City Hall. Tantangan yang dimiliki dimasa sekarang adalah mengenai ramalan cuaca (forecast) yang dituntut publik untuk semakin akurat.

10850060_867040016650353_7180079169053369350_n

Acara kedua adalah kunjungan ke pusat Social Economy di Songpa-gu. Disini diadakan seminar mengenai promosi market social enterprise. Konsep sederhana yang diusung adalah perusahaan yang sudah mendapat sertifikasi akan mendapatkan privilege berupa prioritas memperoleh proyek suatu institusi pemerintahan yang ada. Dan untuk mendapatkan sertifikasi tersebut ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yaitu mempekerjakan orang yatim-piatu, sudah berdiri dua tahun, dan mempunyai performa yang baik selama berdiri. Dalam seminar ini juga diperoleh informasi bahwa kebijakan terkait social-enterpreneur ini sudah ada sehingga pelaksanaannya pun bisa dilakukan dengan baik. Berikutnya, kontingen JSC Seoul memberikan penampilan berupa tari Zapin kepada para enterpreneur yang hadir di acara tersebut.

FB_IMG_1472820446141

Acara ketiga adalah pertemuan dengan keluarga yang akan dikunjungi sebagai tempat home stay. Keluarga tersebut dengan suka rela mengizinkan rumahnya untuk ditinggali para kontingen JSC Seoul. Setiap keluarga akan ditinggali 2 anggota kontingen. Keluarga yang saya tempati adalah keluarga ibu Gyeong Ja, guru bahasa Inggris yang memiliki 3 orang anak. Sedangkan ayahnya yaitu Kim Jeong merupakan orang pemerintahan bagian pertahanan. Dalam kegiatan home stay malam pertama ini, saya mendapat kesempatan untuk memainkan salah satu permainan klasik korea yaitu Yut. Permainan ini mirip dengan ular tangga, namun dadu yang ada diganti dengan 4 buah kayu yang setiap sisinya punya arti tertentu. Selain itu, diskusi dengan ayah Kim Jeong terkait banyak hal, mulai dari lingkungan di Korea, perusahaan terkenal asal Korea, wajib militer di Korea, perbandingan keasrian Korea-Indonesia, Jeju Island, energi di Korea dan Indonesia, dan lainnya. Untuk kegiatan besok yaitu melanjutkan kegiatan home stay.

1416704514958

Acara utama di hari keempat ini adalah kegiatan home stay di rumah keluarga Korea. Saya tinggal di rumah Kim Yeongja-omoni. Kim Yeongja-omoni memiliki suami bernama Kim dan tiga anak yang bernama Chia Eun, Chia Rin, dan Jun pu. Kegiatan pertama yang kami lakukan adalah mengunjungi Jangneung. Jangneung adalah tempat bersejarah dimana terdapat makam Raja Wonjong dan Ratu Inheon yang merupakan pemimpin Dinasti Joseon. Di atas makam terdapat dua batu besar. Makam ini telah disahkan sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO semenjak tanggal 30 Juni 2009. Dinasti Joseon adalah dinasti yang menguasai Korea di masa lampau, yang bertahan hingga 519 tahun. Di dalam tempat ini juga terdapat Hanok, rumah tradisional Korea. Dari tempat ini dapat dipelajari bahwa bahkan tempat bersejarah dapat dijadikan sebagai tempat wisata, karena dikemas dengan sangat indah. Bahkan banyak disediakan booklet berbahasa Inggris yang berisi informasi lengkap seputar Jangneung.

20141122_123621

Acara kedua adalah diskusi bersama satu keluarga mengenai Korea dan Indonesia. Dari sini dapat diperoleh banyak sekali informasi. Informasi yang pertama adalah mengenai sistem pendidikan di Korea. SMA dimulai pukul 7 pagi dan selesai pukul 3 sore. Dan setelah itu, hampir semua pelajar mengikuti les hingga larut malam. Hal ini dilakukan karena mereka harus mempersiapkan diri untuk masuk perguruan tinggi yang mereka inginkan. Informasi kedua adalah buah khas yang dihasilkan pulau Jeju yaitu Jeruk dan Kiwi. Informasi berikutnya adalah penggunaan T-Card sebagai media untuk pembayaran transportasi digunakan semenjak 10 tahun lalu.

Acara ketiga adalah berjalan menyusuri Hangang River sepanjang lebih dari 4 km. Di Sungai Hangang terdapat jalan khusus pejalan kaki dan khusus sepeda. Selain itu juga dapat diamati bahwa tidak ada tempat sampah yang disediakan sepanjang jalan tersebut. Hal ini dibuat agar warga sadar untuk tidak membuang sampah, dan mengumpulkan sampah tersebut. Bahkan banyak slogan-slogan disepanjang jalan, dalam bahasa Korea, yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia “jika kamu menyimpan sampah, kamu adalah pribadi yang cantik”.

20141122_162729

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: