Pemanfaatan Minyak Jelantah menjadi Biodiesel di Jakarta

Minyak jelantah adalah minyak goreng bekas pakai setelah memasak makanan seperti ayam goreng, kerupuk, pempek, dan lainnya. Di Indonesia, setelah digunakan sebagian besar minyak jelantah dibuang begitu saja ke saluran pembuangan air dari dapur. Minyak jelantah ini akan merusak ekosistem perairan dan menyumbat sistem perpipaan. Data dari Asosiasi Biomassa Dunia menyebutkan bahwa setiap orang menghasilkan minyak jelantah sebanyak 0.65 liter setiap bulannya, baik secara sadar maupun tidak. Jumlah penduduk Jakarta 10,000,000 menandakan bahwa akan ada sekitar 6,500,000 liter minyak jelantah yang terbuang setiap bulannya. Lalu Berdasarkan hasil penelitian, setiap 1 liter minyak jelantah dapat mencemari 1000 liter air bersih. Itu artinya ada potensi pencemaran 6,500,000,000 liter perairan di lingkungan Jakarta setiap bulannya.

ayam goreng uco

Di sisi lain, minyak jelantah mempunyai kandungan trigliserida yang sangat tinggi. Trigliserida ini dapat diolah menjadi biodiesel melalui reaksi kimia trans estrifikasi. Biodiesel saat ini sedang berkembang pesat di indonesia. Biodiesel adalah bahan bakar mesin diesel yang berasal dari minyak tumbuhan dan hewan. Perkembangan pesat ini didorong oleh kebijakan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan penggunaan biofuel (biodiesel dan bioetanol) menjadi 5% dari total energi di Indonesia pada 2025. Jika semua minyak jelantah yang dibuang di Jakarta tadi semuanya diolah menjadi biodiesel, akan dihasilkan lebih dari 6,500,000 liter biodiesel yang dapat digunakan untuk ratusan kendaraan diesel seperti truk, mesin genset, alat berat, dan lainnya.

biosolar

Sebagian besar rencana produksi biodiesel di Indonesia masih berasal dari feedstock minyak kelapa sawit. Kelapa sawit sendiri adalah bahan baku yang digunakan banyak industri, tidak hanya biodiesel saja. Maka dengan menggunakan kelapa sawit untuk produksi biodiesel, akan terjadi kompetisi antar industri. Dibandingkan minyak sawit, minyak jelantah yang digunakan sebagai feedstock memiliki keunggulan utama mengubah waste menjadi produk yang mempunyai nilai guna. Secara holistik, proses pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel dapat bermanfaat terhadap pelestarian lingkungan, serta mengembangkan energi yang sifatnya terbarukan. Kelebihan utama dari memproduksi biodiesel menggunakan feedstock minyak jelantah adalah 1) presentase pengurangan emisi CO2 nya paling tinggi, mencapai 86%, dibandingkan solar biasa dan 2) harga feedstock yang sangat murah. Dibandingkan minyak sawit, harga minyak jelantah jauh lebih murah.

24

Namun, ada pula beberapa tantangan yang perlu dihadapi dalam proses pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel. Tantangan utamanya adalah mengenai pasokan minyak jelantah yang fluktuatif. Minyak jelantah dikumpulkan dari pengusaha makanan, dimana seringkali supply-nya tidak menentu. Tantangan berikutnya adalah dari segi kualitas feedstock minyak jelantah yang berbeda-beda, bergantung penyuplainya. Rata-rata kualitas minyak jelantah mempunyai kualitas rendah, dimana kandungan asam lemak bebas (FFA) di atas 5%, namun hal itu bisa diatasi dengan proses pretreatment terlebih dahulu sebelum proses.

Infografik manfaat Jelantah-2

Dari aspek teknis, secara umum trigliserida yang ada dalam minyak jelantah akan bereaksi dengan alkohol, dibantu katalis asam/basa, menghasilkan biodiesel (metil ester) dan gliserin. Alkohol yang umum digunakan adalah metanol. Katalis yang digunakan adalah NaOH. Tahapan proses dimulai dari pretreatment bahan baku minyak jelantah, lalu reaksi kimia trans-estrifikasi, dan tahap terakhir pemisahan.

Biodiesel yang dihasilkan harus memenuhi standar penggunaan yang ditentukan. Saat ini, syarat mutu biodiesel terdapat pada SNI 7182:2015. Secara umum, kualitas biodiesel harus sama atau lebih baik dibandingkan kualitas solar biasa. Parameter utama tersebut angka setana, titik nyala, kandungan belerang, angka asam, titik kabut, dan parameter penting lainnya.

Biodiesel yang dihasilkan akan dicampur dengan solar dengan presentase tertentu. Proses blending biodiesel-solar juga harus memenuhi syarat tertentu. Juga kita perlu memperhatikan proses penyimpanan biodiesel. Hal yang menjadi concern diantaranya adalah pembentukan mikroba, stabilitas produk, dan beberapa tantangan lainnya.

IMG_20160423_012951

Dari segi komersialisasi, program pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel sangat tepat dilakukan di kota-kota besar di Indonesia. Di kota besar, banyak sekali perusahaan makanan, baik itu makanan cepat saji, restoran biasa, warung makan kecil yang menghasilkan minyak jelantah. Dengan ini, supply minyak jelantah dapat diperoleh secara kontinu karena perusahaan makanan tersebut beroperasi setiap harinya. Semoga pemanfaatan minyak jelantah menjadi biodiesel dapat segera terealisasi di Jakarta dan Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: