[Infografik] Tenaga Surya Vs Fosil untuk Listrik

Berikut adalah infografik yang membandingkan secara sederhana dampak penggunaan energi fosil dan tenaga surya untuk penggunaan listrik kita sehari-hari.

Solar Indonesia

Sebagian besar penggunaan listrik di Indonesia masih menggunakan energi fosil (minyak, gas, batubara) sebagai sumber bahan bakunya. Minyak, gas, dan batubara tersebut akan dibakar, dimana panasnya akan dimanfaatkan untuk mengubah air menjadi steam yang akan memutar turbin untuk menghasilkan listrik, atau bisa juga langsung digunakan untuk memutar turbin gas. Artinya, setiap kali kita menggunakan listrik, baik itu untuk menyalakan lampu, AC, men-charge handphone kita, kita secara tidak sadar sedang membakar energi fosil tersebut, dan tentunya pembakaran energi fosil akan menghasilkan gas emisi buang, utamanya karbon dioksida (CO2).

Sebagai contoh, bagi anda yang tinggal di Jakarta, listrik dihasilkan dari beberapa pembangkit listrik di daerah Tanjung Priok, utamanya Pembangkit Listrik Muara Karang. Pembangkit Listrik Muara Karang menggunakan minyak marine dan gas sebagai sumber energi utamanya. Untuk setiap 1 kWh yang dihasilkan, maka emisi CO2 yang dihasilkan adalah sebesar 490 gram. Bayangkan jika di rumah anda rata-rata satu hari membutuhkan 10 kWh untuk menyalakan lampu, AC, kulkas, TV, charge HP, maka dalam setahun anda telah ‘berkontribusi’ menghasilkan 1788 kg CO2.

Jika 2 juta rumah di Jakarta menggunakan listrik 10 kWh per hari, maka emisi CO2 yang dihasilkan dalam setahun mencapai 3.6 milliar kg CO2. WOW!

So, apa solusinya untuk dapat berkontribusi mengurangi emisi sebanyak itu ?

Gunakanlah energi surya. Matahari adalah sumber energi terbesar di muka bumi ini. Coba lihat, tanaman, sayur, buah, yang kita makan sehari-hari bisa tumbuh karena ada energi dari matahari. Kenapa tidak kita manfaatkan energi surya untuk kebutuhan listrik kita ?

Untuk menghasilkan 1 kWh listrik menggunakan energi surya, emisi CO2 yang dihasilkan hanyalah 55 gram (10 kali lebih rendah dibandingkan menggunakan gas dan minyak). So, untuk konsumsi 10 kWh per hari di rumah anda dengan menggunakan energi surya, emisi CO2 yang dihasilkan selama 1 tahun adalah 200 kg, jauh lebih rendah dibandingkan emisi 1788 kg jika anda menggunakan listrik dari pembangkit Muara Karang.

So, what should we do now ? I believe the answer is obvious. Use solar power. You can preserve environment for your children and grandchildren. Lets do this. We can do it together.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: